


Komite Internasional: Kongres Sedunia para imam jamaah dan pendeta Yahudi mengusulkan akan mengirimkan sekitar seribu ton bantuan untuk disalurkan ke Gaza pada 17 Januari mendatang.




Sekilas Sejarah HAMAS

Simbol kelompok HAMAS
HAMAS adalah singkatan dari Harakat Al-Muqawwamat Al-Islamiyyah atau The Islamic Resistant Movement. Sejarah HAMAS bermula sebagai kelompok paramiliter yang mayoritasnya bermazhab Sunni (Ahlussunnah wal jama’ah), lalu berkembang menjadi sebuah partai politik yang berhasil memenangkan mayorits kursi di parlemen Palestina.

As-Syahid-Syeikh Ahmad Yasin

As-Syahid Dr. Abdel Aziz al-Rantissi

Mujahid Muhammad Taha sesaat setelah dibebaskan dari penjara Israel
HAMAS didirikan pada tahun 1987 oeh As-Syahid Syeikh Ahmad Yassin, As-Syahid Dr. Abdel Aziz al-Rantissi, dan Muhammad Taaha yang merupakan sayap atau bagian dari kelompok Ikhwanul Muslimin (Islamic Brotherhood) di Palestina pada saat awal Intifadha berlangsung dari tahun 1987 hingga 1993.

As-Syahid Syeikh Ahmad Yasin beramah tamah bersama Rahbar di Teheran, Iran.

Meski hanya bersenjatakan batu dan katapel. Inilah permulaan perlawanan bangsa Palestina melalui gerakan Intifadha.
Pada Pemilu Palestina tahun 2006, partai politik HAMAS telah berhasil memenangkan 76 kursi parlemen dari 132 kursi yang dicanangkan saat itu. Kemenangan HAMAS di panggung politik bangsa Palestina ini secara langsung telah mengguncang kekuatan Fatah (PLO atau Palestinian Liberation Organization) sekaligus mengubah konstalasi politik di Timur Tengah yang selama beberapa dekade sebelumnya selalu dikuasai oleh PLO.
HAMAS yang sebelumnya selalu dianggap sebagai kelompok paramiliter sempalan, kini layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan perlawanan bangsa Palestina yang mampu membuat kelompok penjajah Zionis keteteran. Budak-budak Zionis paling setia, seperti Amerika dan Eropa, serta beberapa elit politik Arab di Timur Tengah pun merasa gerah dengan keberhasilan atas pencapaian HAMAS di panggung politik Palestina dan dunia. Simpati, dukungan moral dan finansial dari kaum Muslimin dan juga sebagian masyarakat internasional pun segera mengalir ke HAMAS dan hal itu membuat wajah organisasi PLO tampak seperti “macan ompong”.
Setelah kemenangan HAMAS pada tahun 2006, Hizbullah di Lebanon termasuk Iran pun langsung menyatakan siap untuk mendukung HAMAS termasuk mensuplai HAMAS dengan persenjataan dan military know-how. Tanpa menunda lagi, pada tahun yang sama, militer Israel segera menyerbu wilayah pertahanan Hizbullah di Lebanon Selatan yang awalnya ditujukan untuk melumpuhkan militer Hizbullah, tapi malah berujung dengan kemenangan Hizbullah setelah 30 hari lebih bertempur dan pasukan Israel dipecundangi Hizbullah.
Beberapa Persenjataan HAMAS
1. Rudal Anti Tank Al-Bana dan Al-Yassin

Rudal Albana

Rudal Al-Yaasin
Jangan menganggap enteng rudal jarak pendek yang radius tembaknya hanya sejauh 500 meter ini. Karena meskipun radiusnya hanya 1/2 kilometer, tapi daya ledaknya mampu meluluh lantakkan tank Merkava Israel. Di samping itu, sistem peluncurannya yang sederhana dan hanya mengkonsumsi batere kecil membuat ia sangat sulit dideteksi oleh pihak lawan dan memang sangat cocok untuk pertempuran di dalam kota atau Urban War. Kabar baiknya, rudal yang aslinya buatan Rusia dengan nama PG-2 ini sudah mampu diproduksi secara mandiri oleh HAMAS. Intelijen Israel sendiri memprediksikan bahwa hampir seluruh anggota HAMAS mampu mengoperasikan rudal anti tank ini.
2. Rudal Anti Tank Al-Batar
Al-Batar adalah rudal anti tank jarak jauh yang membawa hulu ledak seberat 3,5 kilogram. Radius tembaknya adalah sekitar 3 kilometer atau 1,7 mil. Meski sudah dikonfirmasi keberadaannya oleh pihak intelijen Israel, tapi hingga saat ini, HAMAS sendiri belum mau memperagakan kekuatan rudalnya yang canggih ini. Sistem pengoperasiannya yang laser guided ditambah daya ledaknya yang besar mengakibatkan sopir-sopir panser Israel ciut dengan rudal HAMAS yang satu ini.
3. Rudal Al-Samoud
Rudal 120mm darat ke darat ini memiliki radius tembak sejauh 8 kilometer. Sangat sedikit sekali informasi yang dimiliki militer Israel mengenai rudal HAMAS yang satu ini. Yani, apakah HAMAS telah memproduksinya secara mandiri ataukah ia masih disuplai dari luar negeri.
4. Rudal Anti Pesawat, UAV, dan Helikopter.
Pada bulan November 2004, HAMAS mengungkapkan kepada media dunia bahwa militer HAMAS kini sedang mengembangkan rudal darat ke udara yang mampu menjatuhkan pesawat-pesawat Israel. Proyek rahasia militer HAMAS ini dipimpin langsung oleh As-Syahid Nasir Rayyan. Meskipun canggih, tapi pengoperasiannya khusus sekaligus membutuhkan kecermatan. Intelijen Israel memprediksikan bahwa Iran dan Hizbullah terlibat atas pelatihan khusus yang diberikan kepada militer HAMAS. Rudal ini berasal dari Rusia dengan nama SA-7 dan telah beberapa kali digunakan Hizbullah untuk merontokkan helikopter dan UAV Israel.
5. Rudal Hawkeye
Rudal ini telah berhasil dikembangkan secara mandiri oleh Brigade Syuhada Jenin. Ia memiliki jarak tembak sejauh 55 kilometer dan memapu membawa hulu ledak seberat 5 kilogram.
6. Rudal Kafah
Menurut laporan intelijen bahwa rudal ini awalnya dikembangkan oleh milisi FATAH dan pada November 2004 pernah digunakan untuk merangsak pertahanan Israel di Netzarim. Pada Oktober 2005, Brigade Syuhada Al-Aqsha mengumumkan bahwa mereka telah memodifikasi rudal ini dan menamakannya Al-Aqsha 3. Rudal ini memiliki jarak tembak sejauh 17 kilometer.
7. Rudal Nasser
Rudal ini memiliki beberapa klasifikasi, dari yang jarak pendek, menengah, hingga jarak jauh. Rudal yang sudah dimodifikasi HAMAS ini memiliki daya ledak dua kali lebih kuat dari aslinya. Pada 28 Juni 2004, rudal ini berhasil menewaskan dua tentara Israel yang diklaim Israel sebagai warga sipil.
Rudal Jarak Menengah Nasser 3
Berat: 30 kg
Panjang: 160 cm
Diameter: 90 mm
Radius: 9 km
huku Ledak: 9-10 kg
Rudal Jarak Pendek Nasser 3
Berat 25 kg
Panjang: 125 cm
Diameter: 90 mm
Radius: 6 km
Hulu Ledak: 9-10 kg
Rudal Jarak Jauh Nasser 3
Berat: 40 kg
Panjang: 180 cm
Diameter: 115 mm
Radius: 9 km
Huku Ledak: 9-10 kg
Bersambung …
Anda pasti pernah dengar ungkapan2 seperti ini: “Saya kan juga manusia”, “Seleb kan juga manusia”, “Presiden kan juga manusia”, “Polisi kan juga manusia” dan seterusnya. Jika kita teliti, maksud ungkapan2 itu tak lain adalah untuk meminta pemakluman atas keburukan, kejahatan dan sebagainya. Dalam ungkapan2 itu ada kesan bahwa manusia wajar2 saja berbuat buruk dan jahat. Bahkan, di balik ungkapan2 itu ada asumsi bahwa manusia itu sebenarnya makhluk buruk, lantaran keburukan dan kejahatan itu telah menjadi watak bawaannya.
Benarkah demikian?
Sebagai makhluk, manusia tentu punya banyak kelemahan. Tapi manusia bukan makhluk yang memiliki cacat bawaan, sehingga ada alasan untuk memaklumi keburukan manusia tanpa syarat. Poin ini pernah saya uraikan secukupnya dalam posting “Kado Maulid Nabi”.
Dalam ungkapan2 di atas terkesan ada imbauan untuk mewajarkan keburukan seseorang semata-mata karena dia adalah manusia. Sekiranya ada pemakluman tanpa syarat atas manusia sebagai makhluk paling sempurna di alam raya ini, maka pemakluman atas kelemahan2 sistemik lain menjadi lebih masuk akal. Timbul dalam benak orang bahwa kalau makhluk paling sempurna saja sudah memiliki cacat2 bawaan, bagaimana dengan makhluk2 lain yang secara esensial lebih rendah dibanding manusia.
Implikasi lanjutannya, muncul gugatan yang absah atas keadilan Ilahi: mengapa Allah yang diasumsikan sebagai Tuhan Maha Sempurna menciptakan tatanan yang penuh dengan kelemahan intrinsik seperti ini? Dan lebih gawatnya lagi, untuk apa kemudian Allah menetapkan balasan dan pahala bagi keburukan manusia yang sudah bawaan itu?
Pandangan yang menjatuhkan segala kelemahan dan keburukan pada manusia itu sebenarnya datang dari sikap nihilis dan absurdis. Bagi orang yang berpandangan seperti ini, manusia sejatinya adalah sebuah virus—mengutip ungkapan Agent Smith dlm film The Matrix. Ia hadir untuk merusak tatanan. Fungsinya tak lebih dari faktor penghambat, bukan pendorong, evolusi alam. Karenanya, kehidupan manusia pasti berakhir dengan kehancuran dan kemusnahan.
Sikap nihilis Agent Smith terhadap manusia itu sialnya menyusupi pandangan agama ihwal manusia. Dalam banyak literatur, kiamat itu digambarkan sebagai puncak perjalanan manusia menemui kehancurannya. Ada anggapan bahwa kiamat itu adalah malapetaka yang harus dipetik oleh kehadiran manusia yang asing di alam yang tertata sempurna ini.
Benarkah manusia itu adalah faktor penghambat evolusi alam? Benarkah takdirnya dipastikan menjadi biang kerok kerusakan di bumi dan alam raya? Jika tidak, apakah makna kiamat itu? Mengapa ada gambaran kehancuran bumi dan segala isinya di hari kiamat itu?
Pada kesempatan lain kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu satu demi satu. Untuk sekarang, cukuplah kita memahami bahwa arti harfiah “kiamat” yang dipakai oleh teks-teks suci al-Qur’an dan hadis itu adalah “kebangkitan”, dan bukan “kehancuran” atau “kemusnahan”.
Ada banyak cara kita memandang manusia. Tapi cara paling nista adalah dengan mengutuk manusia itu sendiri dan membebankan segala keburukan dan kesalahannya pada pola kejadiannya sendiri. Cara ini bakal berujung dengan pembebasan setiap orang yang bersalah dari segala keburukan pribadi, dan mengembalikan semuanya pada Tuhan yang menciptanya.
Salah satu langkah paling jitu untuk mengubah pandangan nihilis tentang manusia itu dengan secara lugas menyebut pribadi yang berbuat salah sebagai “binatang”, atau dalam istilah al-Qur’an, “lebih sesat daripada binatang”. Dengan begitu, kita telah mengembalikan keburukan manusia pada kegagalan individu mendidik dirinya dan mengolah dimensi kebinatangannya secara produktif.
Sebaliknya, kita harus memakai ungkapan “Saya kan juga manusia”, “Presiden kan juga manusia”, dan sebagainya sebagai pujian atas prestasi seseorang. Maksudnya, kita tujukan pujian pada aspek kemanusiaan orang yang telah berhasil lolos dari tarikan kebinatangan dalam dirinya.
Inilah pandangan saya, karena SAYA KAN JUGA MANUSIA!!!

Pesawat-pesawat tempur Israel membombardir beberapa bangunan apartemen di Utara Gaza. Serangan itu telah menggurkan banyak warga sipil karena merupakan wilayah yang padat.

Serangan tersebut menggurkan salah satu pimpinan Hamas, yaitu DR. Nizar Rayyan bersama istri dan tiga anaknya.
Selamat jalan, pejuang!