Rabu, 27 Mei 2009

sunni - syiah bersatulah demi Islam

Pendeta Nasibi Kafirkan Muslim Syiah

kalbani-serem

Imam besar Masjid al-Haram, Makkah al-Mukarramah, Syaikh Adil ibn Salim al-Kalbani menyatakan jika ulama madzhab Syiah adalah orang-orang kafir.

“Masalah kafirnya orang-orang Syiah itu masih mungkin untuk didiskusikan. Tetapi, saya sendiri memandang para ulama mereka adalah orang-orang kafir tanpa pengecualian,” demikian dikatakan al-Kalbani dalam sebuah acara bertema “fi as-shamim” yang dibesut oleh kanal BBC edisi bahasa Arab pada Senin (4/5) kemarin.

Al-Kalbani juga menyatakan, sebab itulah ulama-ulama Syiah tidak layak untuk menjadi representasi pada Lembaga Pembesar Ulama (Hay’ah Kubbar al-Ulama) yang menjadi pucuk tertinggi lembaga keagamaan di Saudi Arabia.

“Sistem keagamaan yang mengontrol negara adalah sistem salafi. Adapun orang-orang Syiah, mereka adalah minoritas di negara ini (Saudi), yang selayaknya tidak memiliki pengaruh apapun di badan pembesar ulama,” tambah imam berkulit hitam yang didaulat oleh Raja Abdullah ibn Abdul Aziz pada September 2008 lalu itu.

Sikap al-Kalbani dan beberapa ulama Saudi Arabia yang mayoritas menganut faham Salafi sangatlah berbeda dengan mayoritas ulama al-Azhar di Mesir yang menganut madzhab Sunni-moderat.

Beberapa ulama al-Azhar banyak yang menulis buku-buku yang mengkaji tentang Syiah di bawah tema besar Taqrib bayna al-Madzahib (Pendekatan Antar Madzhab), semisal Syaikh al-Baquri, Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Rajab al-Banna, dan lain-lain.

Rektor al-Azhar sekarang, Prof. Dr. Ahmad at-Thayyib sendiri secara tegas menyatakan, “kami (al-Azhar) membukakan jendela rumah kami untuk berbagai macam cakrawala pemikiran seluas-luasnya, tanpa harus terpengaruh dan mengikuti pemikiran-pemikiran tersebut secara taklidi.” (Eramuslim)

kabah dan bar??????

Apple Mecca Bar di New York!!!

Kaaba Bar

informasi email dari someone tentang proyek pembangunan Apple Mecca di Midtown Manhattan, New York. Kaum Muslim NY sudah bergerak untuk memprotes pembangunan bar ini, karena dianggap sangat menghina Islam yang mengharamkan minuman keras dan budaya telanjang yang kerap terjadi di dalam bar.

Kaaba Bar2

Kaaba Bar3


Possibly related posts: (automatically generated)

Jumat, 22 Mei 2009

Iran Beri Listrik Gratis untuk Pakistan


bageri_d20090521215858375

Iran segera memasok Pakistan dengan 100 megawatt listrik secara gratis, kata Dubes Iran untuk Islamabad, Masya Allah Syakeri.

”Semua pekerjaan lapangan yang terkait dengan proyek ini telah selesai dan pasokan listrik akan dimulai begitu Pakistan menyelesaikan pemasangan saluran-saluran listrik,” kata Syakeri dalam pertemuan dengan Menteri Perhubungan Federal Pakistan, Arbab Alamgir.

Menurut koran Pakistan Dawn, Dubes Syakeri menyatakan bahwa negaranya akan menyalurkan listrik ke pelabuhan Gwadar untuk mengurangi krisis pasokan listrik Pakistan.

Sejak setahun lalu, Iran menyetujui ekspor 1,100 megawatt listrik ke Pakistan untuk mengatasi kekurangan listrik Pakistan di wilayah-wilayah perbatasan kedua negara, terutama di Gwadar.

Bahkan, beberapa bulan lalu, Iran menawarkan turbin-turbin pembangkit listrik tenaga angin turbines ke Pakistan, tapi Islamabad belum sepenuhnya menerima tawaran tersebut. Saat ini, Pakistan diperkirakan kekurangan pasokan listrik lebih dari 3,000 megawatt.

Dalam pertemuan antara Dubes Syakeri dan Menteri Alamgir terungkap adanya keinginan lama kedua negara untuk membangun perusahaan-perusahaan kerjasama di sektor air dan listrik, lebih khususnya di bidang hidroelektrik.

Khamenei: AS Latih “Teroris” di Wilayah Kurdi Irak



Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei Selasa menuduh Washington telah melatih “teroris” di wilayah Kurdi yang berdekatan dengan Irak.

“Di balik perbatasan barat kita, AS sedang melatih para teroris. Mereka (AS) telah mengeluarkan uang dan membagi-bagkan senjata untuk digunakan melawan republik Islam Iran,” katanya dalam pidato di provinsi Kurdestan di Iran barat yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari AFP.

“Orang-orang Amerika itu memiliki rencana berbahaya bagi Kurdistan (Irak)…Rencana mereka tidak ditujukan untuk membela orang Kurdi, tapi mereka ingin menguasai mereka (orang Kurdi),” katanya di kota Sagaz.

“Teman-teman Kurdi kita di sisi lain perbatasan mengatakan pada kami bahwa para pejabat AS telah membayar para pemuda Kurdi di bukit Qandil sebagai pertukaran bagi informasi” (yang mereka berikan),” katanya.

Iran telah menargetkan Partai Hidup Bebas Kurdi (PJAK), kelompok separatis Kurdi Iran, yang telah melancarkan serangan terhadap Iran dari markas pasokan belakang di gunung Kurdi di Irak utara.

Kelompok itu bersekutu dekat dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melancarkan serangan yang sama terhadap Turki. (antara)

Laporan Terbaru! Bush dan Rumsfeld Jadikan Invasi Irak “Perang Salib”



Mantan Menhan AS, Donald Rumsfeld dituduh telah menggunakan kutipan-kutipan dari Alkitab dalam briefingnya kepada George W Bush selama perang Iraq

Kutipan2 ini diletakkan di sampul briefing tersebut disamping gambar-gfambar serdadu AS, demikian laporan dari majalah GQ.

Sementara itu presiden Bush dikritik karena telah menggunakan kata “perang salib” dalam menggambarkan perang AS melawan teroris.

Para pengkritiknya menyebutkan ia membuka ruang bagi kaum Muslimin dalam menjadikan perang ini sebagai perang agama antara Kristen dan Islam

Tindakan tersebut membuat Staf dephan khawatir, menurut GQ. Kalau sekiranya laporan ini jatuh ke tangan public, akan timbul skandal yang “sama buruknya dengan skandal penyiksaan tawanan Abu Ghuraib”

Salah seorang staf yang beragama Islam bahkan menyatakan ketersingungannya dengan kutipan itu, demikian menurut GQ.

Namun pejabat lainnya meragukan kalau Bush membaca laporan itu secara reguler, sehingga Rumsfeld dapat “lolos” dalam menyajikan kutipan itu dalam waktu yang cukup lama.

Keputusan untuk menggunakan kutipan alkitab di halaman cover diambil oleh Mayjen Glen Shaffer, direktur intelijen yang bekerja di bawah Rumsfeld dan Kastaf gabungan, demikian menurut GQ.

Penggunaan kutipan ini banyak dikritik oleh para pengamat AS.

“Jika laporan harian yang banyak memiliki pesan-pesan perang salib ini bocor, maka akan memperkuat dugaan dan kekhawatiran dunia Islam kalau AS sedang melancarkan perang agama” tulis Frank Rich di New York Times

Rumsfeld telah mengambil resiko yang sangat besar bagi keamanan nasional, tambahnya

Satu halaman cover menunjukkan serdadu AS sedang berdoa di tank AS di Iraq, di bawahnya satu kutipan dari kitab Yesaya “Panah mereka tajam, busurnya tergantung, kuda mereka kuat bagai batu, roda kereta perangnya seperti kincir angin”

Laporan lainnya menggambarkan foto presiden Iraq, Saddam Hussein dan dibawahnya kutipan dari Kitab Petrus I : “adalah karena kehendak Tuhan bahwa melalui perbuatan baik engkau harus membungkan ucapan-ucapan sombong dari mereka yang bodoh”.

Reaksi Media AS atas penggunaan kutipan alkitab oleh rumsfeld.

à Saya berpikir mana yang lebih parah: seorang menteri pertahanan yang memasukkan kutipan perjanjian lama dalam laporan perkembangan suatu agresi atas Negara muslim, atau menhan yang menganggap kutipan ini benar-benar akan meningkatkan pengetahuan dan keahlian si presiden”

The Atlantic Monthly’s Andrew Sullivan questions Mr Rumsfeld’s wisdom and judgement. àmempertanyakan pertimbangan dan kebijaksanaan Rumsfeld.

à Apakah ini bukti yang mendukung klaim Rumsfeld sebagai seorang pejuang perang salib jadi-jadian? Bukan, ini lebih kepada bukti bahwa Rumsfeld mencoba berbicara menggunakan bahasa Bush di hari2 pertama perang untuk memberinya kekuatan seiring dengan berjatuhannya korban2 pertama perang.

“Allahpundit”, writing at Hotair.com, takes a more sympathetic view of the former Defence Secretary. àyang melihat mantan Menhan ini secara lebih simpatik

à Siapa yang bisa menduga kalau sesuatu seperti ini bisa membuat orang menduga kita sedang dalam proyek perang salib melawan Islam?


“Hilzoy”, of Obsidian Wings, thinks the Bible quotations could have inflamed Islamic opinion.
àberanggapan kalau kutipan alkitab dapat menbangkitkan amarah kaum muslim.

à Ia dengan sinis memainkan sisi-2 keagamaan untuk memanipulasi dan merayu seorang presiden yang hobi mengutip dari alkitab. Tapi tindakan sang menhan ini tidak saja sekedar licin, dia mengambil resiko yang besar atas keamanan nasional. Kalau laporan-laporan harian yang bernuansa perang salib ini bocor ke public, maka seakan-akan ketakutan Muslimin akan perang agama akhir zaman yang dilakukan Amerika mempunyai kebenaran.

New York Times columnist Frank Rich does not mince his words in his assessment of the Defence Secretary.–> tidak memilah kata-katanya dalam penilaian dia atas Menhan.

Syekh Behjat, Santo dari Fuman Telah Pergi


behjat

Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Telah pergi meninggalkan kita semua seorang sufi, arif, faqih dan ulama terkemuka, Ayatullah Uzhma Syekh Muhammad Taqi Behjat Fumai Najafi.

Kami mengucapkan belasungkawa kepada Rasulullah dan para jejiwa suci penerusnya serta seluruh umat Islam terutama para pecinta dan pengagumnya.

Berikut biografi singkat santo dari Fuman ini:

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh arif yang zahid dan memiliki spiritualitas yang amat tinggi. Ia menjalani kehidupan zuhud dalam sebuah rumah yang sangat sederhana yang terletak di sebuah lorong kecil. Berkali-kali ia menolak tawaran dari pengikut dan pengagumnya yang memohonnya untuk berpindah ke rumah yang lebih layak.

Ayatullah Uzhma Muhammad Taqi Behjat Fumani lahir pada penghujung tahun 1334 di kota Fuman. Ayahnya, Mahmud Karbala’i, adalah tokoh agama yang sangat disegani. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Fuman kemudian berhijrah ke kota Qum.

Setelah merampungkan pendidikan menengah dan menguasai bahasa dan gramatika Arab, pada tahun 1348 ia melanjutkan studi agama di kota suci Karbala dan menjadi murid sejumlah ulama besar di sana.

Pada tahun 1352 ia berpindah ke Najaf demi memperdalam studi agama dalam bidang fikih dan ushul fikih di bawah bimbingan Ayatullah Uzhma Muhammad Kazhim Syirazi dan Ayatullah Sayyid Hasan Badkuba’i. Pada tingkat teratas studi, ia berguru kepada Ayatullah Uzhma Syekh Dhiya’uddin Iraqi, Ayatullah Uzhma Muhammad Husain Na’ini, Ayatullah Uzhma Muhammad Husain Gharawi Ishfahani (yang dikenal dengan sebutan Agha Kumpani), Ayatullah Uzhma Sayyid Abul-Hasan Ishfahani, dan terakhir Ayatullah Uzhma Sayyid Abul-Qasim Khu’i.

Pada tahun 1356 ia kembali ke Qum, Iran dan menjadi murid sejumlah ulama besar, antara lain Ayatullah Uzhma Sayyid Hujjat Kuhkamari dan Ayatullah Uzhma Sayyid Husain Burujerdi.

Ia telah mempersembahkan sejumlah karya dalam berbagai bidang, antara lain Tawdhih al-Masa’il dan Hasyiyah ‘alâ Makâsib Syekh Anshari.

Ia juga telah berhasil mencetak banyak ulama. Salah satunya adalah Ayatullah Muhammad Taqi Misbah Yazdi, guru besar filsafat di hawzah ilmiah Qom saat ini.